Titik14.com | SINGKAWANG – TNI Angkatan Darat Indonesia dan Tentera Darat Malaysia memperkuat koordinasi pengamanan perbatasan darat kedua negara melalui Unit Commander’s Meeting (UCM) Seri 2 Tahun 2026.
Pertemuan strategis ini menjadi momentum mengevaluasi operasi bersama sekaligus memperkuat sinergi militer dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Pertemuan yang melibatkan Komando Pelaksana Operasi Korem 121/Abw (Kolakopsrem 121/Abw) dan Markas Komando 3 Briged Tentera Darat Malaysia (MK 3 Briged TDM) tersebut berlangsung di Hotel Mahkota, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Sabtu (31/10/2026).
UCM dipimpin Wakil Komandan Kolakopsrem 121/Abw, Kolonel Inf Dadang Ismail Marzuki, S.I.P., bersama Ketua Staf 3 Briged Infanteri Malaysia, Letkol Marzuki Bin Md Yusof.
Forum bilateral tersebut menjadi ruang komunikasi langsung bagi kedua institusi militer untuk membahas perkembangan operasi, mengevaluasi pelaksanaan tugas di lapangan, serta mencari solusi atas berbagai kendala yang muncul selama pengamanan perbatasan.
Dalam sambutannya, Kolonel Inf Dadang Ismail Marzuki menegaskan bahwa koordinasi dan evaluasi berkala merupakan bagian penting untuk memastikan kerja sama operasi berjalan efektif sesuai tugas, tanggung jawab, dan kesepakatan kedua negara.
Ia mengapresiasi pelaksanaan operasi bersama yang telah berjalan baik. Berbagai capaian maupun kendala operasional juga dibahas secara terbuka guna menghasilkan langkah perbaikan yang dapat diterapkan pada pelaksanaan tugas berikutnya.
Menurutnya, keberhasilan menjaga kawasan perbatasan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan masing-masing satuan, tetapi juga membutuhkan komunikasi yang kuat dan kesamaan pemahaman antara aparat kedua negara.
Optimalisasi Komunikasi Lintas Negara
Salah satu perhatian utama dalam pertemuan tersebut adalah penguatan koordinasi melalui optimalisasi peran Liaison Officer (LO) atau pejabat penghubung kedua institusi militer.
Peran LO dinilai strategis dalam memperlancar pertukaran informasi, mempercepat penyampaian perkembangan situasi lapangan, sekaligus meminimalkan potensi kesalahpahaman dalam pelaksanaan kegiatan operasional.
Kolonel Dadang berharap komunikasi intensif antardelegasi terus dipelihara sehingga setiap perkembangan situasi di wilayah perbatasan dapat direspons melalui koordinasi yang tepat.
Ia juga meminta seluruh hasil pembahasan dan kesepakatan UCM Seri 2/2026 ditindaklanjuti secara konsisten.
Evaluasi serupa akan kembali dilakukan dalam pertemuan UCM berikutnya untuk mengukur perkembangan sekaligus memperbaiki kekurangan pelaksanaan operasi.
Menutup pertemuan, Kolonel Dadang menyampaikan apresiasi kepada Letkol Marzuki Bin Md Yusof beserta seluruh delegasi Malaysia atas partisipasi dan kontribusi dalam membangun kesepahaman bersama.
Pertemuan ini menegaskan bahwa pengamanan perbatasan Indonesia-Malaysia membutuhkan kerja sama yang berkelanjutan, bukan sekadar koordinasi formal.
Sinergi TNI dan Tentera Darat Malaysia diharapkan semakin memperkuat stabilitas keamanan di kawasan perbatasan darat Kalimantan Barat dan Sarawak.






