PendidikanSintangUncategorized

Siswa Baru SMA di Sintang Dibekali “Alarm Bahaya” Judi Online, Bullying hingga Narkoba

11
×

Siswa Baru SMA di Sintang Dibekali “Alarm Bahaya” Judi Online, Bullying hingga Narkoba

Sebarkan artikel ini

Titik14.com | SINTANG – Maraknya judi online yang kini menyasar kalangan remaja menjadi perhatian serius berbagai pihak. Untuk membentengi generasi muda sejak dini, SMA Negeri 1 Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, menggandeng Polsek Sungai Tebelian memberikan edukasi kepada siswa baru dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi langkah preventif untuk membangun karakter pelajar agar mampu menghadapi berbagai tantangan sosial di era digital.

Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Eka Nuur Abdillah dan Aipda Tri Marsudi menyampaikan materi bertajuk Fenomena Sosial dan Perilaku Remaja. Ratusan peserta didik baru diajak mengenali berbagai ancaman yang kini semakin dekat dengan kehidupan remaja, seperti judi online, penyalahgunaan media sosial, perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, tawuran, hingga berbagai bentuk kenakalan remaja lainnya.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif. Para siswa tidak hanya mendengarkan paparan, tetapi juga aktif berdiskusi mengenai dampak nyata perilaku negatif tersebut terhadap masa depan, pendidikan, hingga konsekuensi hukumnya.

Kapolres Sintang AKBP Sanny Handityo melalui Kapolsek Sungai Tebelian IPDA Aprianus Sabari Tampe mengatakan, kehadiran Polri dalam kegiatan MPLS merupakan bagian dari upaya pembinaan karakter generasi muda sekaligus pencegahan terhadap berbagai bentuk penyimpangan perilaku.

“Pelajar perlu memahami bahwa judi online dan berbagai bentuk kenakalan remaja bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga dapat berujung pada persoalan hukum. Kami ingin mereka memiliki kesadaran sejak dini untuk menjauhi perilaku tersebut,” ujarnya.

Menurut Aprianus, pesatnya perkembangan teknologi digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda. Karena itu, pelajar dituntut lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta mampu memilih lingkungan pergaulan yang positif.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan kepolisian dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan kondusif.

“Pembinaan karakter tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kerja sama seluruh pihak agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang tangguh, berintegritas, dan bertanggung jawab,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Sungai Tebelian Abdul Halim mengapresiasi keterlibatan Polsek Sungai Tebelian dalam kegiatan MPLS. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi yang dihadapi remaja saat ini.

“Anak-anak tidak hanya diperkenalkan pada lingkungan sekolah, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai ancaman yang dapat merusak masa depan mereka. Harapannya, mereka tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, berintegritas, dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap para siswa baru tidak hanya siap mengikuti proses pembelajaran, tetapi juga memiliki benteng moral yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital.

Di tengah meningkatnya kasus judi online dan berbagai bentuk kenakalan remaja, edukasi sejak dini dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk melindungi generasi muda sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari pengaruh negatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *