Titik14.com | SINTANG – Dentang budaya Dayak kembali menggema di Kabupaten Sintang. Bukan sekadar pesta adat, Gawai Dayak XIII Kabupaten Sintang Tahun 2026 hadir sebagai ruang untuk merawat identitas, memperkuat persaudaraan, sekaligus memastikan warisan leluhur tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Gawai Dayak XIII Sintang resmi dibuka pada Rabu, 29 Juli 2026, dalam suasana penuh semangat kebersamaan. Pembukaan Pekan Gawai Dayak (PGD) Kabupaten Sintang 2026 dilakukan oleh Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, yang juga menjabat sebagai Dewan Pertimbangan Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Barat.
Momentum pembukaan tersebut turut dihadiri Ketua DAD Kalimantan Barat Kornelius Kimha, Bupati Sintang bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sintang, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta masyarakat yang turut meramaikan perhelatan budaya tersebut.
Lebih dari sekadar seremoni tahunan, Gawai Dayak menjadi panggung yang mempertemukan tradisi dengan kehidupan masyarakat masa kini. Berbagai unsur budaya yang ditampilkan menjadi penegas bahwa nilai-nilai yang diwariskan para leluhur masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat Dayak.
Di tengah derasnya arus modernisasi, Gawai menjadi ruang untuk kembali melihat akar. Identitas budaya tidak hanya ditampilkan melalui pakaian adat, kesenian, ritual maupun berbagai atraksi budaya, tetapi juga melalui semangat kebersamaan yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Dayak.
Merawat Tradisi, Menjaga Jati Diri
Pelestarian budaya tidak dapat dibebankan hanya kepada lembaga adat atau pemerintah. Kehadiran pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, generasi muda dan masyarakat luas dalam Gawai Dayak XIII Sintang menunjukkan bahwa menjaga kebudayaan merupakan tanggung jawab bersama.
Gawai juga menjadi kesempatan penting untuk mendekatkan generasi muda dengan akar budayanya. Tradisi yang selama ini diwariskan dari generasi ke generasi perlu terus diperkenalkan, dipahami dan diberi ruang untuk berkembang agar tidak berhenti sebagai cerita tentang masa lalu.
Sebab, kebudayaan yang tidak diwariskan akan perlahan kehilangan ruang hidupnya.
Karena itu, Gawai Dayak memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar kemeriahan sebuah perayaan. Di dalamnya terdapat nilai sejarah, identitas, gotong royong, persaudaraan dan penghormatan terhadap leluhur.
Dengan dibukanya secara resmi PGD Kabupaten Sintang 2026, rangkaian Gawai Dayak XIII Kabupaten Sintang Tahun 2026 pun dimulai.
Perhelatan tersebut sekaligus menjadi gambaran kuatnya hubungan antara pemerintah, lembaga adat, tokoh masyarakat dan masyarakat Dayak dalam menjaga keberlangsungan kebudayaan lokal.
Bagi Kabupaten Sintang, Gawai Dayak bukan sekadar agenda tahunan yang datang dan pergi. Ia adalah ruang perjumpaan, ruang belajar, ruang merawat tradisi sekaligus ruang untuk meneguhkan jati diri.












