Titik14.com | KUBU RAYA – Ada nama Kalimantan Barat yang akan ikut berlaga di lapangan sepak bola Jawa Timur.
Tim sepak bola dari DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat bersiap mengikuti turnamen nasional Piala Soekarno yang digelar di Jawa Timur pada 10–24 Agustus 2026. Sebuah turnamen yang di ikuti perwakilan DPD PDIP seluruh provinsi di Indonesia. Dan gelaran pertandingan akan berlangsung di tiga wilayah, yakni Surabaya, Gresik, dan Bangkalan.
Bagi tim dari Kalimantan Barat, bukan hanya sekedar nama sebuah tim dari partai politik saja yang dibawa oleh para pemain ke tanah Jawa dan Madura, tetapi juga harapan dan mimpi agar sepak bola dari Bumi Khatulistiwa mulai tumbuh dan diperhitungkan di panggung nasional.
Perjalanan itu juga menjadi kesempatan bagi para pemain Kalimantan Barat untuk mengukur kemampuan mereka di tengah persaingan sepak bola dari berbagai daerah.
Penanggung jawab tim, Lasarus, S.Sos., M.Si., pun menitipkan satu pesan kepada masyarakat Kalimantan Barat, yaitu dukungan dan doa.
“Mohon dukungan doa dari masyarakat Kalimantan Barat,” demikian pesan Lasarus, sang Legislator Komisi V yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Provinsi Kalimantan Barat.
Lasarus juga menegaskan, keikutsertaan dalam turnamen sepak bola Piala Soekarno bukan semata soal mengejar kemenangan. Turnamen tersebut diharapkan menjadi panggung untuk membuktikan bahwa Kalimantan Barat memiliki talenta pemain sepak bola yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Dari Piala Soekarno, Mimpi Stadion Internasional
Harapan cerita sepak bola Kalimantan Barat tidak berhenti ketika pertandingan selesai. Di balik keberangkatan tim menuju Jawa Timur, terdapat persoalan lebih besar yang selama ini menjadi pekerjaan rumah, terutama bagaimana membangun ekosistem sepak bola daerah agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Lasarus juga menyoroti belum adanya klub asal Kalimantan Barat yang berlaga di kompetisi liga nasional. Situasi tersebut dinilai perlu dijawab bukan hanya dengan pembinaan pemain, tetapi juga dengan pembangunan infrastruktur olahraga yang layak.
Stadion menjadi salah satu kebutuhan yang menurut Lasarus penting untuk dipersiapkan. Ia berharap Kalimantan Barat suatu hari memiliki stadion berstandar internasional yang dapat digunakan untuk pertandingan berskala nasional maupun internasional.
Harapan itu bahkan mulai diarahkan pada langkah konkret. Lasarus meminta Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, S.E., M.Sos. untuk mempersiapkan lahan yang nantinya dapat dibangun menjadi stadion.
“Harapan saya, ke depan Kalimantan Barat bisa memiliki stadion berstandar internasional,” harap Lasarus.
Jika mimpi itu terwujud, stadion tersebut bukan sekadar bangunan megah di tengah kota. Ia bisa menjadi rumah bagi pertandingan-pertandingan besar, ruang tumbuh bagi talenta muda, sekaligus pintu bagi klub Kalimantan Barat untuk menatap kompetisi nasional.
Kini, langkah pertama berada di Jawa Timur. Surabaya, Gresik, dan Bangkalan akan menjadi saksi sejauh mana tim Kalimantan Barat mampu berbicara di Piala Soekarno.
Dan dari turnamen itu, ada harapan yang jauh lebih panjang, suatu hari nanti, sepak bola Kalimantan Barat tidak hanya datang sebagai peserta, tetapi mampu menjadi kekuatan yang diperhitungkan di pentas nasional.












