Ragam

Asap Karhutla Kembali Kepung Kalbar, Pemuda Katolik: Jangan Tunggu Sesak untuk Bertindak

×

Asap Karhutla Kembali Kepung Kalbar, Pemuda Katolik: Jangan Tunggu Sesak untuk Bertindak

Sebarkan artikel ini

Titik14.com | PONTIANAK – Langit yang seharusnya menjadi tempat matahari menyapa pagi, perlahan berubah menjadi selimut kelabu.

Kabut asap kembali menjadi ancaman di Kalimantan Barat. Udara yang dihirup masyarakat setiap hari kini berpotensi membawa dampak bagi kesehatan, terutama ketika kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus terjadi di sejumlah wilayah.

Bagi sebagian orang, asap mungkin hanya terasa sebagai bau menyengat atau pandangan yang mulai terbatas. Namun bagi anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan mereka yang memiliki gangguan pernapasan, kondisi tersebut dapat menjadi persoalan yang jauh lebih serius.

Jangan menunggu dada terasa sesak untuk menyadari bahwa udara sedang tidak baik-baik saja.

Pesan itulah yang disampaikan Pemuda Katolik Komda Kalimantan Barat kepada masyarakat. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan melindungi kesehatan ketika kualitas udara mulai memburuk akibat kabut asap.

Masker dianjurkan digunakan ketika harus beraktivitas di luar rumah. Kegiatan di luar ruangan juga sebaiknya dikurangi, sementara pintu dan jendela rumah ditutup untuk membatasi masuknya asap.

Warga juga diingatkan untuk menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak minum air putih dan mengonsumsi makanan bergizi.

Jika gangguan pernapasan mulai dirasakan, masyarakat diminta segera mencari pertolongan ke fasilitas kesehatan.

Jangan Hanya Mengeluh Ketika Asap Datang

Persoalan Karhutla tidak berhenti pada bagaimana masyarakat melindungi diri dari asap. Ada pertanyaan yang lebih penting, mengapa kebakaran terus terjadi dan apa yang bisa dilakukan sebelum api semakin membesar?

Pemuda Katolik Komda Kalbar mengajak masyarakat ikut menjadi bagian dari pencegahan Karhutla. Warga yang mengetahui adanya kebakaran hutan dan lahan diminta tidak diam. Informasi mengenai kebakaran dapat segera dilaporkan melalui Call Center Darurat 112 agar dapat ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

Sebab, api yang awalnya terlihat kecil dapat berubah menjadi kebakaran besar. Asap yang awalnya hanya terlihat di satu lokasi juga dapat menyebar dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Karhutla pada akhirnya bukan hanya tentang lahan yang terbakar. Ini tentang udara yang kita hirup, kesehatan yang kita pertaruhkan, dan lingkungan yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Menjaga bumi adalah tanggung jawab kita bersama, demi masa depan generasi kita dan kelestarian ciptaan,” demikian pesan Pemuda Katolik Komda Kalimantan Barat.

Melalui semangat “Peduli, Bertindak, Selamatkan Kalimantan Barat”, masyarakat diajak untuk tetap memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta membangun kesadaran bersama dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Karena ketika asap sudah memenuhi langit, yang dipertaruhkan bukan hanya pemandangan. Yang dipertaruhkan adalah kesehatan kita hari ini dan masa depan Kalimantan Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *