Titik14.com | NAGEKEO – Gempa bumi kuat mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi pukul 04.58.24 WIB.
Pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur. BMKG mencatat kedalaman gempa sekitar 15 kilometer.
Gempa tersebut dinyatakan berpotensi tsunami, sehingga BMKG mengeluarkan peringatan dini bagi sejumlah wilayah pesisir di NTT dan Sulawesi Selatan.
Sejumlah wilayah yang masuk dalam peringatan BMKG antara lain bagian utara Manggarai, Ngada, Manggarai Barat, Ende, Sikka, serta Kepulauan Selayar.
Dalam pemutakhiran informasi, BMKG melaporkan gelombang tsunami telah terdeteksi di sejumlah lokasi. Salah satunya di Maurole, Ende, dengan ketinggian sekitar 0,94 meter. Gelombang juga terpantau di Flores Timur, Labuan Bajo, Sikka, Dompu, dan Alor dengan ketinggian bervariasi.
Peringatan tsunami kemudian dinyatakan berakhir setelah BMKG melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi di wilayah terdampak. Meski demikian, masyarakat tetap diminta mengikuti informasi resmi dan tidak mudah percaya terhadap kabar yang tidak memiliki sumber jelas.
Gempa tersebut juga diikuti aktivitas gempa susulan. Laporan pada hari yang sama menyebut ratusan gempa susulan tercatat di sekitar wilayah Flores, sehingga masyarakat di daerah terdampak diminta tetap waspada.
BMKG juga menegaskan masyarakat tidak perlu mempercayai informasi di media sosial yang mengklaim dapat memprediksi secara pasti waktu terjadinya gempa susulan. Hingga saat ini, gempa bumi belum dapat diprediksi secara tepat terkait waktu, lokasi, maupun kekuatannya.
Masyarakat yang berada di wilayah terdampak diimbau tetap tenang, menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan, serta terus memantau informasi dari BMKG dan pemerintah daerah. (Sumber BMKG)






