Titik14.com | KAPUAS HULU – Di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat, Rumah Betang Semangkok di Kabupaten Kapuas Hulu menyimpan cerita yang jauh lebih panjang tentang kehidupan dan kebudayaan masyarakat Dayak.
Bangunan tradisional ini bukan sekadar tempat tinggal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Rumah betang merupakan ruang hidup bersama, tempat nilai kebersamaan, gotong royong, adat istiadat, serta identitas budaya tumbuh dan diwariskan.
Karena itu, keberadaan Rumah Betang Semangkok dinilai perlu mendapat perhatian serius. Kondisi bangunan dan berbagai unsur pendukungnya membutuhkan langkah nyata agar warisan budaya tersebut tetap dapat bertahan dan dinikmati generasi mendatang.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, mendorong pemerintah segera mengambil langkah revitalisasi terhadap Rumah Betang Semangkok. Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelestarian bangunan bersejarah, tetapi juga dapat membuka peluang pengembangan pariwisata berbasis budaya di Kapuas Hulu.
“Revitalisasi menjadi langkah penting menjaga kelestarian warisan budaya Dayak sekaligus memperkuat sektor pariwisata di Kabupaten Kapuas Hulu.” ujarnya.
Revitalisasi diharapkan tidak berhenti pada perbaikan fisik bangunan. Lebih jauh, Rumah Betang Semangkok dapat dikembangkan sebagai ruang edukasi budaya, destinasi wisata, sekaligus tempat masyarakat mengenalkan kekayaan tradisi Dayak kepada pengunjung dari berbagai daerah.
Potensi tersebut menjadi penting bagi Kapuas Hulu yang memiliki kekayaan alam dan budaya yang saling melengkapi. Rumah betang dapat menjadi salah satu titik yang mempertemukan wisatawan dengan kehidupan masyarakat serta nilai-nilai tradisional yang masih dipertahankan.
Jika dikelola secara berkelanjutan, kunjungan wisatawan tidak hanya memberikan pengalaman budaya, tetapi juga dapat menciptakan perputaran ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pelaku UMKM, pengrajin, seniman, pelaku seni budaya hingga masyarakat yang terlibat dalam kegiatan wisata berpeluang memperoleh manfaat langsung.
Di sisi lain, revitalisasi juga menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya agar tidak tergerus perkembangan zaman. Rumah Betang Semangkok dapat menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak semata-mata berbicara mengenai infrastruktur modern, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat menjaga akar sejarah dan kebudayaannya.
Ke depan, kolaborasi pemerintah, masyarakat adat, pelaku budaya dan sektor pariwisata menjadi kunci. Rumah Betang Semangkok membutuhkan perhatian yang tidak hanya bersifat sesaat, melainkan perencanaan pemeliharaan dan pengembangan yang berkelanjutan.
Sebab, ketika sebuah rumah betang dirawat, yang sesungguhnya dijaga bukan hanya kayu, dinding dan bentuk bangunannya. Di dalamnya terdapat ingatan kolektif, nilai kebersamaan dan identitas masyarakat Dayak yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Revitalisasi Rumah Betang Semangkok dapat menjadi langkah kecil dengan makna besar, menjaga warisan masa lalu sekaligus membuka ruang bagi masa depan pariwisata dan ekonomi masyarakat di Kapuas Hulu.


