Kapuas HuluTITIK14 PANTAUUncategorized

Reses di Kapuas Hulu, Lasarus Menyusuri Jalan yang Menembus Batas

8
×

Reses di Kapuas Hulu, Lasarus Menyusuri Jalan yang Menembus Batas

Sebarkan artikel ini

Titik14.com | KAPUAS HULU – Jalan itu membentang jauh ke kawasan hulu Kapuas. Di balik hamparan hutan dan medan yang tidak mudah ditaklukkan, sebuah proyek infrastruktur tengah dikerjakan untuk membuka akses wilayah yang selama bertahun-tahun berada dalam keterisolasian.

Di tengah masa resesnya, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, datang langsung melihat denyut pembangunan tersebut. Senin (27/7/2026), ia meninjau progres pembangunan ruas Jalan Nanga Era–Batas Kalimantan Timur di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.

Bukan sekadar melihat jalan yang sedang dibangun, kunjungan itu menjadi bagian dari upaya memastikan proyek yang masuk dalam proyek strategis nasional tersebut terus bergerak dan tidak kehilangan dukungan anggaran.

Lasarus datang bersama Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat Chandra, Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, serta unsur Forkopimda. Mereka melihat langsung kondisi pekerjaan sekaligus membicarakan masa depan jalan yang memiliki arti penting bagi konektivitas wilayah perbatasan.

Bagi Lasarus, pembangunan jalan tersebut bukan semata-mata tentang membuka akses kendaraan. Ada persoalan keterisolasian masyarakat, konektivitas antardaerah, hingga kepentingan strategis kawasan perbatasan yang berada di balik proyek itu.

Terlebih, jalur tersebut melintasi kawasan taman nasional dan hutan lindung. Karena itu, menurut Lasarus, pekerjaan yang telah dimulai tidak boleh berhenti di tengah jalan.

“Ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional. Program yang sudah kita mulai, apalagi melewati taman nasional dan hutan lindung, tidak boleh terbengkalai. Harus diselesaikan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya meninggalkan dampak pembangunan yang tidak selesai,” ujar Lasarus.

Perjalanan pembangunan itu masih panjang. Lasarus memperkirakan, untuk menyelesaikan ruas jalan hingga Tanjung Lokang saja dibutuhkan anggaran sekitar Rp2 triliun.

Setelah Tanjung Lokang, tantangan belum berakhir. Ruas menuju Long Pahangai hingga perbatasan Kalimantan Timur membutuhkan pembiayaan yang lebih besar lagi.

Karena itulah, perjuangan tidak cukup hanya dilakukan dari Kalimantan Barat. Lasarus mengaku telah berdiskusi dengan Gubernur Kalimantan Timur untuk membangun sinergi antara kedua provinsi dalam memperjuangkan keberlanjutan proyek tersebut kepada pemerintah pusat.

“Program ini harus terus berlanjut. Kita akan mencari berbagai skema pendanaan karena jalan ini bukan hanya membuka keterisolasian daerah, tetapi juga memiliki nilai strategis bagi kawasan perbatasan Indonesia,” katanya.

Di lapangan, pekerjaan tahun ini dipastikan tetap berjalan sesuai kontrak. Lasarus juga menyatakan akan terus mengupayakan tambahan anggaran agar proyek tidak terhenti.

Persoalan status lahan, yang sebelumnya berpotensi menjadi salah satu hambatan pembangunan, disebut telah diselesaikan. Dengan demikian, fokus kini diarahkan pada kesinambungan pekerjaan dan dukungan pembiayaan hingga seluruh ruas jalan dapat dituntaskan.

Kepala BPJN Kalimantan Barat Chandra menjelaskan, pekerjaan tahun ini masih berkutat pada bagian penting yang mungkin belum banyak terlihat oleh masyarakat: menurunkan kemiringan atau grade jalan agar sesuai standar teknis sekitar 10 persen.

Pengaspalan belum menjadi pekerjaan utama pada tahap ini. Lapisan aspal baru direncanakan pada tahun terakhir pelaksanaan proyek.

“Tahun ini fokus pada penurunan grade sehingga jalan memenuhi standar. Pengaspalan direncanakan pada tahun ketiga pekerjaan,” jelas Chandra.

Selain pekerjaan grade, pembangunan tahun ini juga mencakup dua unit box culvert. Hingga peninjauan dilakukan, seluruh pekerjaan disebut masih berjalan sesuai rencana dan belum menghadapi kendala berarti di lapangan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, pembangunan jalan tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur. Jalan itu menjadi harapan untuk membawa akses yang lebih terbuka ke wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan konektivitas.

Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menyampaikan apresiasi atas perhatian Ketua Komisi V DPR RI terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan.

Ia berharap perjuangan anggaran yang dilakukan Lasarus dapat mempercepat pembangunan hingga Tanjung Lokang, yang merupakan permukiman terakhir di wilayah hulu Kapuas.

“Kami berharap pembangunan jalan ini dapat terus dilanjutkan hingga Tanjung Lokang. Akses jalan ini sangat dinantikan masyarakat dan akan memberikan dampak besar bagi pembangunan serta perekonomian di wilayah Kapuas Hulu,” ujar Fransiskus Diaan.

Dari Nanga Era menuju batas Kalimantan Timur, jalan itu pada akhirnya bukan hanya soal panjang ruas yang harus dibangun atau besarnya anggaran yang harus disiapkan.

Di balik proyek tersebut terdapat harapan agar masyarakat di kawasan hulu tidak lagi terpisah oleh jarak dan keterbatasan akses. Jalan yang kini masih dibentuk, diturunkan kemiringannya, dan menunggu pengaspalan itu diharapkan kelak menjadi penghubung baru bagi masyarakat, perekonomian, dan kawasan perbatasan.

Sebab, bagi wilayah yang lama berada dalam keterisolasian, sebuah jalan bukan hanya membuka perjalanan. Ia membuka kemungkinan sesuatu yang baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *