Kota PontianakLingkungan Dan SDAUncategorized

Pontianak Jadi Kota dengan Polusi Udara Terburuk di Indonesia akibat Asap Karhutla

7
×

Pontianak Jadi Kota dengan Polusi Udara Terburuk di Indonesia akibat Asap Karhutla

Sebarkan artikel ini

Titik14.com | PONTIANAK – Kota Pontianak tercatat sebagai wilayah dengan tingkat pencemaran udara tertinggi di Indonesia berdasarkan data pemantauan kualitas udara terbaru. Kondisi tersebut terjadi di tengah meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Indeks Kualitas Udara (AQI) di Pontianak mencapai 248, atau masuk kategori sangat tidak sehat. Angka tersebut terpaut cukup jauh dibandingkan sejumlah kota besar lainnya.

South Tangerang berada di posisi kedua dengan AQI 152, disusul Bandung dan Medan masing-masing 132, Serpong 110, Jakarta 105, Pekanbaru 101, Tangerang 79, Palembang 78, dan Semarang 77.

Data kualitas udara tersebut dihimpun dari lima stasiun pemantauan milik Laboratorium Geofisika FMIPA Universitas Tanjungpura, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta Greenpeace Indonesia.

Polutan utama yang mendominasi adalah PM2.5, dengan konsentrasi mencapai 173 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Konsentrasi tersebut jauh di atas ambang batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Memburuknya kualitas udara di Pontianak terjadi bersamaan dengan meningkatnya karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kalimantan Barat per 28 Juli 2026, operasi pemadaman saat ini berlangsung di delapan kabupaten, yakni Kubu Raya, Ketapang, Kayong Utara, Mempawah, Bengkayang, Sambas, Sintang, dan Melawi.

Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan penanganan karhutla dilakukan secara terpadu oleh BPBD kabupaten/kota bersama TNI, Polri, Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), pemerintah desa, hingga masyarakat setempat.

“Operasi darat terus dilakukan oleh BPBD kabupaten/kota bersama TNI, Polri, Manggala Agni, KPH, pemerintah desa hingga masyarakat sesuai kondisi di masing-masing daerah,” kata Daniel.

Menurut dia, tantangan utama yang dihadapi petugas di lapangan adalah keterbatasan sumber air serta sulitnya akses menuju lokasi kebakaran, terutama pada kawasan gambut.

Kubu Raya Masih Jadi Titik Penanganan Tertinggi

Kabupaten Kubu Raya masih menjadi wilayah dengan intensitas penanganan karhutla tertinggi.

Pemadaman dilakukan di sejumlah titik, antara lain Desa Limbung, Kuala Dua, Punggur Kecil, Arang Limbung, hingga Rasau Jaya.

Sebagian besar lokasi masih mengeluarkan asap sehingga memerlukan proses pendinginan dan pemadaman lanjutan untuk memastikan bara api tidak kembali menyala.

Selain operasi darat, BPBD Kalbar juga mengerahkan patroli udara dan helikopter water bombing untuk mempercepat penanganan kebakaran.

Pada 27 Juli, patroli udara difokuskan di wilayah Kubu Raya, Kayong Utara, dan Ketapang. Sementara itu, operasi water bombing dilakukan di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Gambut Kalbar Capai 2,79 Juta Hektare

Kepala Balai Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Mangrove (BPEGM) Pontianak, Yunus Sudaryanti, menegaskan pentingnya menjaga lahan gambut tetap basah untuk mencegah kebakaran sekaligus menekan dampak asap.

Menurut Yunus, Kalimantan Barat memiliki sekitar 2,79 juta hektare ekosistem gambut, atau sekitar 33,28 persen dari total luas gambut di Pulau Kalimantan.

Kabupaten Kubu Raya menjadi daerah dengan luasan gambut terbesar, mencapai sekitar 785,9 ribu hektare.

Kondisi tersebut membuat upaya menjaga ekosistem gambut menjadi bagian penting dalam pencegahan karhutla, khususnya pada periode ketika kondisi cuaca dan lahan semakin kering.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat.

Penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus, seperti KN95, serta pemantauan berkala terhadap kualitas udara juga disarankan guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara dan mengikuti informasi resmi pemerintah terkait perkembangan karhutla serta kualitas udara di wilayah masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *