Kota Pontianak

Tujuh Helikopter Dikerahkan, Kalbar Perangi Karhutla Dari Darat Hingga Langit

9
×

Tujuh Helikopter Dikerahkan, Kalbar Perangi Karhutla Dari Darat Hingga Langit

Sebarkan artikel ini

Titik14.com | PONTIANAK – Dari ruang Command Center Pusdalops BPBD Kalimantan Barat, layar-layar monitor terus menampilkan titik-titik merah yang muncul dan menghilang. Di bawah sana, hamparan lahan gambut yang mengering menjadi ancaman yang tak pernah benar-benar hilang setiap musim kemarau tiba.

Perlawanan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya berlangsung di darat. Di langit Kalimantan Barat, tujuh armada udara bergerak tanpa lelah, menyisir wilayah rawan, memantau titik panas, hingga menjatuhkan ribuan liter air ke lokasi kebakaran.

Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan karhutla, suara baling-baling helikopter yang melintas bukan lagi sekadar kebisingan. Suara itu justru menjadi tanda bahwa bantuan sedang datang.

“Setiap kali terdengar suara helikopter, warga tahu ada bantuan yang datang,” ujar Daniel, Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Kamis (30/7/2026).

Di tengah teriknya musim kemarau, armada udara tersebut menjadi salah satu garda terdepan dalam penanganan karhutla. Tiga armada dikerahkan untuk melakukan patroli dan pemantauan titik panas, sementara empat helikopter water bombing berjibaku menjatuhkan air ke area yang terbakar.

Misi tersebut bukan pekerjaan mudah. Bentangan wilayah Kalimantan Barat yang luas membuat setiap penerbangan berpacu dengan waktu. Api dapat muncul di satu titik, kemudian meluas atau berpindah ke lokasi lain dalam hitungan jam, terutama ketika angin bertiup kencang dan kondisi lahan gambut semakin kering.

Para pilot dan kru udara bahkan mulai bekerja sejak pagi, ketika sebagian besar masyarakat belum memulai aktivitas. Briefing dilakukan pada pagi dan malam hari untuk menentukan wilayah prioritas yang harus dijangkau.

Setiap keputusan menjadi bagian dari upaya menyelamatkan lahan dan hutan, sekaligus melindungi permukiman warga dari ancaman kobaran api dan kepungan asap.

Pemerintah pusat juga memberikan perhatian khusus terhadap Kalimantan Barat yang menjadi salah satu daerah rawan karhutla di tingkat nasional. Seiring meningkatnya ancaman kebakaran, jumlah armada udara untuk mendukung operasi penanganan karhutla diperkirakan masih akan bertambah dalam waktu dekat.

Meski armada udara menjadi salah satu kekuatan penting dalam penanganan karhutla, perjuangan sebenarnya tidak hanya berlangsung di langit.

Di darat, petugas BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, hingga masyarakat peduli api terus berjibaku memadamkan titik-titik kebakaran, termasuk lokasi yang sulit dijangkau.

Ketika senja mulai turun dan kepulan asap perlahan menipis, helikopter-helikopter tersebut kembali ke pangkalan. Namun, tugas mereka belum selesai.

Esok pagi, mereka akan kembali terbang.

Sebab bagi Kalimantan Barat, setiap penerbangan bukan sekadar operasi pemadaman. Lebih dari itu, setiap tetes air yang dijatuhkan dari udara menjadi ikhtiar untuk menjaga udara tetap bersih, mempertahankan hutan tetap hijau, dan memastikan masyarakat dapat menjalani hari tanpa kembali dibayangi kabut asap yang pernah menjadi luka panjang di masa lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *