Kota Pontianak

46 Hari Berjibaku Lawan Karhutla, Petugas di Kalbar Kini Didorong Dapat Dukungan Nyata

×

46 Hari Berjibaku Lawan Karhutla, Petugas di Kalbar Kini Didorong Dapat Dukungan Nyata

Sebarkan artikel ini

Titik14.com | PONTIANAK – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat kembali menjadi perhatian serius. Di tengah upaya pemadaman yang terus dilakukan petugas dan relawan, muncul dorongan agar penanganan Karhutla tidak hanya mengandalkan pemerintah dan petugas di lapangan.

Praktisi hukum Kalimantan Barat, Nidia Candra, SH. mendorong seluruh elemen masyarakat, termasuk pejabat publik, anggota DPR RI, DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota, hingga para pengusaha dan pelaku usaha untuk mengambil langkah konkret membantu para petugas yang berjibaku memadamkan api.

Menurut Candra, dukungan tersebut dapat diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari peralatan pendukung pemadaman hingga bantuan kebutuhan dasar bagi petugas yang berada di lapangan.

“Langkah konkret ini sangat diperlukan. Ini menjadi bukti peran nyata bahwa bencana Karhutla merupakan bencana bersama,” ujar Nidia Candra, Rabu (2/9/2026).

Ia menilai, bantuan berupa makanan, minuman, vitamin, obat-obatan, maupun perlengkapan pendukung lainnya dapat menjadi bentuk empati sekaligus dukungan moral kepada petugas yang berada di garis depan.

Candra menyebut sejumlah unsur telah bekerja keras melakukan penanganan Karhutla, di antaranya Manggala Agni, Brigade KPH Provinsi di masing-masing wilayah serta sukarelawan pemadam kebakaran.

“Mudah-mudahan para pejabat dan pelaku usaha dapat memberikan support nyata kepada mereka sebagai garda terdepan dalam perang melawan kebakaran,” kata Candra.

Keterlibatan masyarakat dalam penanganan Karhutla perlu diwujudkan secara kolektif maupun individual. Ia mendorong pejabat dan pelaku usaha di Kalimantan Barat tidak hanya menyampaikan keprihatinan, tetapi juga memberikan bantuan yang benar-benar dibutuhkan petugas di lapangan.

Menurutnya, Karhutla bukan semata persoalan lingkungan. Dampaknya dapat dirasakan masyarakat luas, terutama ketika asap dan kualitas udara memburuk serta mengancam kesehatan dan keselamatan.

Candra juga menekankan pentingnya menjaga kawasan hutan Kalimantan Barat sebagai paru-paru dunia yang memiliki fungsi ekologis penting. Hutan dan lahan gambut memiliki peran dalam menyerap karbon, menjaga keseimbangan ekosistem serta menjadi habitat berbagai flora dan fauna.

Karena itu, ia menilai penanganan Karhutla membutuhkan kepedulian dan gotong royong dari berbagai pihak.

“Jangan sampai perhatian baru muncul ketika kondisi sudah semakin parah. Kehadiran dan bantuan kepada petugas di lapangan merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap bencana yang kita hadapi bersama,” tegasnya.

Candra berharap langkah konkret tersebut dapat segera dilakukan sehingga para petugas yang telah berjuang di lapangan mendapatkan dukungan yang memadai dalam menghadapi bencana Karhutla di Kalimantan Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *