Landak

Tiang Bendera Tumbang Diterjang Badai, Paskibra Menyuke Tetap Bertugas

×

Tiang Bendera Tumbang Diterjang Badai, Paskibra Menyuke Tetap Bertugas

Sebarkan artikel ini

Titik14.com | LANDAK – Hujan deras dan angin kencang mengubah suasana upacara penurunan bendera HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak, menjadi sebuah momen yang tak mudah dilupakan.

Di tengah guyuran hujan yang semakin deras, tiang bendera di lokasi upacara di lapangan sepak bola srilima Darit, Kecamatan Menyuke, tiba-tiba tumbang diterjang angin kencang. Peristiwa itu terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026, ketika rangkaian upacara penurunan Sang Merah Putih masih berlangsung.

Cuaca buruk seolah menguji keteguhan para peserta upacara. Hujan yang turun dengan deras disertai terpaan angin membuat kondisi di lapangan semakin berat. Namun, di tengah situasi tersebut, anggota Paskibra tetap menjalankan tugas mereka.

Tiang boleh tumbang, tetapi tugas belum boleh berhenti.

Detik-detik tumbangnya tiang bendera tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian diunggah oleh akun LandakPusatInformasi. Dalam rekaman itu tampak suasana upacara yang diguyur hujan deras dan diterpa angin kencang.

Tiang bendera akhirnya roboh di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Namun perhatian justru tertuju kepada para anggota Paskibra yang tetap berusaha menjalankan tugas di tengah badai.

Mereka tidak meninggalkan tanggung jawab yang telah dipercayakan. Seragam basah, lapangan diguyur hujan, angin menerpa, tetapi langkah tetap dijalankan.

Momen tersebut kemudian mendapat perhatian dari warganet. Salah satu komentar yang muncul dalam unggahan video itu menggambarkan rasa haru melihat keteguhan para Paskibra.

“Merinding min liat paskibra kecamatan menyuke masih melaksanakan tugasnya di tengah badai hujan.”

Bagi sebagian orang, upacara mungkin hanya berlangsung beberapa puluh menit. Namun bagi para Paskibra, rangkaian tugas tersebut merupakan hasil dari latihan dan persiapan panjang.

Karena itu, ketika cuaca berubah menjadi ekstrem, mereka tetap berusaha menyelesaikan amanah yang telah diberikan.

Peristiwa di Menyuke itu akhirnya tidak hanya menjadi cerita tentang tiang bendera yang tumbang diterjang badai. Ia juga menjadi gambaran tentang keteguhan anak-anak muda yang tetap berdiri menjalankan tugas ketika keadaan tidak berpihak.

Pada hari ketika Indonesia memperingati 81 tahun kemerdekaannya, Merah Putih mungkin sempat kehilangan tempatnya di ujung tiang. Tetapi semangat yang dibawa oleh mereka yang bertugas di lapangan justru tetap berdiri.

Sebab kemerdekaan bukan hanya tentang bendera yang berkibar. Ia juga tentang keberanian untuk tetap menjalankan tanggung jawab ketika badai datang.

Sumber: Unggahan akun LandakPusatInformasi.

Editor: ANTON SUTATIAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *