Titik14.com | LANDAK – Suasana di Dusun Reo Behe, Desa Angkanyar, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, mendadak berubah menjadi duka pada Jumat (7/8/2026) malam.
Warga digegerkan oleh penemuan dua jenazah yang ditemukan di area perkebunan. Keduanya merupakan seorang ibu berinisial A (39) dan putrinya D (4). Keduanya ditemukan di sekitar sebuah pondok di area perkebunan dalam kondisi terikat menggunakan tali karet. Temuan tersebut sontak mengundang perhatian warga yang berdatangan ke lokasi.
Dari berbagai informasi, terdapat dugaan kuat bahwa keduanya menjadi korban tindak kekerasan. Dugaan itu semakin menguat setelah uang tunai sekitar Rp135 juta serta emas seberat 30 gram milik korban dilaporkan hilang dari lokasi.
Peristiwa tersebut meninggalkan sejumlah pertanyaan. Mengapa ibu dan anak itu berada di area perkebunan? Siapa yang terakhir bersama mereka? Dan bagaimana sebenarnya peristiwa memilukan tersebut terjadi?
Polisi Olah TKP
Tak ingin berspekulasi, aparat kepolisian langsung bergerak melakukan penyelidikan. Personel gabungan dari Polsek Kuala Behe dan Satreskrim Polres Landak telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kedua jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Landak untuk menjalani pemeriksaan visum.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif dan pelaku di balik kematian ibu dan anak tersebut.
Kasus ini pun menjadi perhatian warga Kuala Behe. Di tengah suasana duka, masyarakat kini menunggu jawaban atas peristiwa yang merenggut nyawa seorang ibu bersama anaknya itu.
Polisi masih mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti di lapangan. Dugaan perampokan dan tindak kekerasan masih menjadi bagian dari penyelidikan dan belum dapat disimpulkan sebagai fakta akhir sebelum adanya hasil penyidikan kepolisian.












