Titik14.com | JAKARTA – Persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat menjadi salah satu isu yang dibawa Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), Panglima Jilah, dalam pertemuannya dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Panglima Jilah memenuhi panggilan Presiden Prabowo dalam rangka silaturahmi kenegaraan. Ia tiba di kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 16.00 WIB bersama timnya.
Sebelum memasuki Istana, Panglima Jilah mengatakan dirinya mendapat panggilan langsung dari Presiden Prabowo.
“Saya dipanggil Bapak (Presiden Prabowo) dalam rangka silaturahmi kenegaraan,” kata Panglima Jilah.
Namun, pertemuan tersebut tidak hanya menjadi agenda silaturahmi. Persoalan karhutla di Kalimantan Barat juga menjadi salah satu hal yang akan disampaikan kepada Presiden.
Menurut Panglima Jilah, kondisi kabut asap dan dampak karhutla di Kalimantan Barat menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian, terutama karena dampaknya terhadap masyarakat.
“Ya, sebenarnya enggak parah seberapa, cuma kabut itu kan mengganggu sekali, ya, terutama untuk anak-anak kecil itu (terganggu) kesehatan, itu saja,” ujarnya.
Karhutla Kalbar Jadi Perhatian
Kalimantan Barat saat ini menjadi salah satu wilayah yang menghadapi dampak karhutla cukup besar di Indonesia.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (23/8/2026), luas karhutla di Indonesia telah mencapai 72.798 hektare.
Kondisi tersebut membuat persoalan karhutla tidak hanya berkaitan dengan kebakaran lahan, tetapi juga menyangkut kualitas udara dan kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak.
Panglima Jilah mengatakan, persoalan tersebut menjadi salah satu poin yang akan dibahas dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo.
“Ia datang dari Kalimantan Barat bersama timnya,” demikian laporan yang dikutip dari CNN Indonesia mengenai kedatangannya ke Istana Kepresidenan.
Pertemuan Panglima Jilah dengan Presiden Prabowo diharapkan menjadi momentum untuk menyampaikan langsung kondisi masyarakat di Kalimantan Barat, termasuk persoalan karhutla yang kembali menjadi perhatian dalam beberapa waktu terakhir.








